Akselerasi Tata Ruang, Pemkot Bogor Bongkar JPO Paledang dan Tertibkan Tiga Kawasan Jalan

By Admin

Dok. Humas Pemkot Bogor
nusakini.com, Kota Bogor — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan perombakan besar-besaran terhadap sejumlah fasilitas publik dan kawasan niaga guna mengurai kekumuhan kota. Langkah strategis ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin sebagai bagian dari program percepatan pembangunan daerah.

Dalam peninjauan lapangan yang dilakukan pada Senin (13/7/2026), otoritas setempat memastikan proyek penurunan kabel utilitas ke bawah tanah kembali dilanjutkan setelah sempat tertunda. Selain itu, infrastruktur penunjang seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang resmi dibongkar total oleh petugas gabungan karena dinilai sudah tidak layak secara teknis dan tidak ergonomis bagi pejalan kaki.

Menurut penjelasan resmi Pemkot Bogor, fungsi penyeberangan di kawasan Paledang kini dialihkan menggunakan fasilitas pelican crossing dan zebra cross guna mempermudah aksesibilitas masyarakat, terutama bagi kelompok disabilitas dan lansia.

"Langkah ini diambil untuk mengutamakan keselamatan pengguna jalan dan mengembalikan estetika kota," ujar perwakilan Pemkot Bogor dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).

Tidak hanya menyasar fasilitas penyeberangan, operasi penataan juga menyisir kawasan padat aktivitas di Jalan Pedati, Lawang Seketeng, dan Jalan Roda. Lapak-lapak semipermanen yang selama ini menutup sebagian badan jalan ditertibkan oleh petugas. Penertiban ini diklaim bertujuan untuk mengembalikan hak pejalan kaki serta menciptakan ruang publik yang lebih rapi.

Di sektor pemulihan ekonomi, Pemkot Bogor juga mengonfirmasi rampungnya pembongkaran lama di Pasar Bogor yang sempat tertahan beberapa tahun akibat stagnasi. Sebagai langkah mitigasi bagi para pedagang, pemerintah daerah mengaktifkan kembali dua pusat perbelanjaan rakyat, yakni Pasar Gembrong dan Pasar Jambu Dua.

Melalui penataan terintegrasi ini, tata letak niaga di Kota Bogor diharapkan menjadi lebih representatif, tertib, dan aman bagi perputaran ekonomi warga. Pemkot Bogor menegaskan bahwa seluruh rangkaian kebijakan ini didasarkan pada komitmen jangka panjang untuk menghadirkan ruang hidup yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)